|
Setiap manusia dianugerahi talenta oleh Yang Maha Kuasa. Ketika seseorang diberikan ruang seluas-luasnya untuk menggali potensi dirinya, tentu akan ... more
Bekerja dalam sebuah tim kerja memang tidak boleh dianggap enteng. Dengan banyaknya personel yang tergabung dalam tim kerja, bukan berarti bisa ... more
|
| |
|
|
|
|
| |
|
5 Menit Saja!
|
Orang bijak mengatakan 'Sesuatu yang berlebihan itu, justru tidak baik' dan hal itu juga berlaku dalam urusan ranjang. Konon, rahasia kenikmatan bercinta itu sebenarnya tidak hanya terletak pada kemahiran dalam mengaplikasikan teknik bercinta, tapi juga pada 'durasi' bercinta.
Bagi pasangan super sibuk dengan segudang aktivitas di luar rumah, momen bercinta pun terkadang menjadi terabaikan. Jangankan bermesraan untuk melepas rindu, bercinta dua kali seminggu saja juga belum tentu terlaksanakan.
Maka dari itu, tidak perlu membayangkan bahwa kepuasan itu baru akan bisa diraih selama berjam-jam "pertempuran" ranjang. Karena menurut seorang ahli seksologi – seperti yang dilansir Cosmopolitan – hanya dengan meluangkan waktu 5 menit saja, maka Anda dan pasangan sudah bisa menikmati indahnya momen bercinta.
|
| Ketahui “titik” lemah Anda dan si dia |
Yang perlu Anda ketahui adalah Anda dan si dia hanya butuh waktu yang tepat untuk merasakan rangsangan. Ketika pria mendapatkan rangsangan awal, otak akan mengirim sinyal-sinyal pada Mr. Happy dan ia pun akan merasakan reaksi yang mulai "memanas". Begitupun dengan Anda.
Saat itu merupakan saat-saat dimana pembuluh darah terbuka dan darah pun mengalir deras, yang menyebabkan seluruh bagian tubuh menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan.
Dan ketika gairah sudah memuncak dan siap untuk menerima kejutan-kejutan selanjutnya dari teknik bercinta yang akan dilancarkan, maka Anda berdua bisa merasakan betapa tidak bisa tertahankannya kenikmatan yang tengah Anda berdua rasakan. |
| Kenali tanda-tandanya |
Setiap individu tentunya berbeda-beda dalam mencapai kenikmatan. Tapi Anda tidak perlu juga menanyakan setiap saat kepada pasangan, kapan ia mencapai titik "terpanas" itu. Daripada hanya menunggu, lebih baik Anda yang menularkan sesuatu yang menggairahkan untuk juga mendongkrak gairahnya.
Caranya pun cukup mudah. Disaat Anda belum menemukan tanda-tanda kalau Anda berdua mencapai puncaknya, cobalah untuk berusaha keras, dengan melancarkan gerakan yang lebih cepat, tekanan lebih kuat, dan ekspresi yang lebih "liar".
Tidak hanya Anda yang akan terpacu adrenalinnya, si dia pun akan merasakan hal yang sama. |
| Jangan membuat keputusan sepihak |
Tentu akan sangat konyol, ketika "ledakan" kenikmatan itu akan datang, tiba-tiba Anda membuyarkan segalanya, dengan memberikan ide-ide "liar" lainnya. Hey, ladies! Look at your partner!".
Ini sangat tidak adil. Bereksperimen boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang. Tapi Anda pun harus tahu timing-nya.
Apabila Anda merasa posisi bercinta itu tidak terlalu memberikan efek kepada Anda, sebelum merubah gaya tersebut, tanyakan kepada pasangan. Apakah ia mau tetap bertahan atau mencoba posisi lainnya.
Bagusnya kalau ia mengiyakan ajakan Anda untuk mencari alternatif posisi yang lebih hot, tapi bagaimana kalau ternyata ia sedang menikmatinya. Bisa-bisa bukannya kepuasan yang akan terlihat di wajahnya, justru wajah cemberut karena kecewa tidak jadi meraih kenikmatan itu. (Dee) |
|
| |
|
| |
|
|
|